Ie bu Peudah

Bahan racikan ie bu peudah terbilang asing bagi masyarakat awam. Masakan ini menggunakan 44 bahan berbeda. Namun terkadang, Nyak Neh tidak mampu menemukan semua bahan itu.

Ie bu peudah adalah makanan serupa bubur yang penuh rempah-rempah. Namun ie bu peudah berbeda dengan bubur kebanyakan. Ie Bu Peudah tidak menggunakan potongan ayam ataupun udang seperti bubur kanji. Isinya didominasi rempah-rempah sehingga sangat kaya rasa.

Makanan ini jarang ditemui, kecuali saat Puasa. Selain dijual di pasar, warga di setiap Meunasah di Aceh rutin bersama-sama menyantap masakan ini saat berbuka. Sebelumnya, warga secara bersama-sama memasak penganan tersebut.

Bahan meracik masakan itu antara lain kacang hijau, beras, jagung, lada, jahe, kunyit, serai, ketumbar, bawang putih, pala, hingga lamkeuweuh. Bahan-bahan dibersihkan dan ditumbuk halus lalu, disangrai hingga kering.

Hal yang sama juga dilakukan pada bahan pelengkap dedaunan yang memperkaya racikan bubur. Misalnya daun mireuk, daun saga, daun jeruk purut, daun teumurui, daun camplie buta, daun balek baloe, daun lada, daun kunyit, daun serapat, seumalu batee, seurumpung, tahe peuha, dan balek angen.

Racikan Ie Bu Peudah ini tentu mempermudah siapa saja yang ingin mencicipinya. Pembeli tinggal merebus air dan mencampur racikan dengan potongan dedaunan, seperti daun melinjo, daun jeruk purut, daun singkong, jagung, ketela, jahe, kunyit, kacang hijau, daun pepaya, potongan pisang, dan kelapa muda. Bahan tersebut dimasak dan diaduk hingga matang.

Masakan yang didominasi dedaunan herbal dan rempah ini memang memiliki khasiat tinggi. Selain menjaga stamina tubuh sepanjang Ramadan, asupan karbohidratnya tinggi karena bersumber dari beras, kacang hijau, dan jagung.